Alishter Beri Pelatihan Pengguna Pestisida Terbatas di Kota Palopo
PALOPO — Seratusan petani dari berbagai kelompok tani mengikuti pelatihan pengguna pestisida terbatas yang digelar di Lapangan Telluwanua Kota Palopo, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani terkait penggunaan pestisida yang aman, efektif, dan sesuai aturan.
Pelaksana kegiatan dikoordinasikan oleh Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) yang merupakan lembaga gabungan dari 57 perusahaan herbisida.
Plt Kadis Pertanian Kota Palopo, Amru, SE, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh petani. Harapannya kegiatan seperti ini bukan hanya di sini saja tapi bisa di beberapa tempat dan berkelanjutan.
“Sehingga melalui kesempatan ini, saya mewakili pemerintah kota palopo mengapresiasi Alishter yang sudah memfasilitasi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi petani,” ucapnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi penting, di antaranya peraturan perizinan pestisida, pemahaman label, penyimpanan dan penanganan limbah pestisida, pencegahan keracunan pestisida, hingga prosedur pertolongan darurat.
Ketua Alishter Indonesia, H. Muliadi Benteng, menyampaikan peserta dibekali teori dan praktik pemeliharaan serta kalibrasi sprayer agar proses penyemprotan dapat dilakukan secara aman dan efektif di lapangan.
“Tujuan pelatihan memberikan edukasi kepada para petani pengguna pestisid. Agar pestisida digunakan efektif efisien dengan dampak negatif sekecil mungkin terhadap manusia dan lingkungan,” jelasnya.
Dia berharap, petani yang sudah dilatih memindahkan ilmunya kepada petani lain yang belum pelatihan. Selain itu, ada juga penyuluh yang ikut, agar bisa menyebarluaskan ilmu ini kepada petani yang belum sempat ikut pelatihan.
“Harapan kami setelah petani diberi edukasi, agar petani tetap sehat dan hasil pertanian tetap baik,” ujarnya.

Sementara salah satu Ketua Kelompok Tani Sipatuo, Ruhadi, menyampaikan rasa terimakasihnya. Sebagai petani padi sawah, apa yang didapatkan yaitu cara menggunakan pestisida supaya petani itu aman dari keracunan.
“Pelatihan ini sangat membantu kami para petani. Dengan adanya bagaimana mengamankan petani dari keracunan saat menggunakan pestisida di lahan pertanian,” ungkapnya.
Harapan lain agar petani dan para distributor pestisida serta pemerintah memberikan perhatian kepada petani Telluwanua, difasilitasi alat pertanian agar hasil maksimal untuk memenuhi swasembada pangan sebagaimana program presiden prabowo.
“Kalau bisa antara para distributor dan pemerintah memberikan perhatian melalui bantuan apa saja agar hasil pertanian kami melimpah,” tandasnya.
Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan karena dinilai sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penggunaan pestisida secara bijak demi mendukung produktivitas pertanian sekaligus menjaga keselamatan petani dan lingkungan. (*)

Tinggalkan Balasan